Selasa, 04 September 2012

.......

Hmmm...

Siang nan gersang
beribu seandainya berkecamuk dikepala
memikirkan seandainya
adakah aku mahluk yang tak bersyukur???

Hmmm...

walau tak pernah aku melupakan-Mu
tak hentinya ku syukuri nikmat-Mu
Entahlah, seandainya itu tetap ada
berputar-putar dikepala
merongrong raga yang melelah..

Hmmmm......

Pernah terpikir untuk berhenti memikirkan seandainya
tapi hanya bertahan sepersekian detik..
seandainya datang lagi
mengikuti setiap langkah kaki

Hmmm....

Seandainya saja Seandainya itu bisa menjadi aku
maka aku dan seandainya menjadi satu
dalam satu ruang dan waktu..
seandainya tak akan lagi mengikuti aku
karena seandainya adalah aku



Selasa, 31 Mei 2011

Cita-Cita *** Joko Pinurbo

Cita-cita

Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja:
ingin bisa sampai di rumah saat masih senja supaya
saya dan senja sempat minum teh bersama di depan
jendela.

Ah, cita-cita. Makin hari kesibukan makin bertumpuk,
uang makin banyak maunya, jalanan macet, akhirnya
pulang terlambat. Seperti turis lokal saja, singgah
menginap di rumah sendiri buat sekedar melepas
penat.

Tak usahlah berandai-andai: saat baru saja mulai
akrab dengan rumah (yang baru saja tamat cicilan
kreditnya), tiba-tiba "Telah Pulang ke Rumah Bunda
di Surga..."

Terberkatilah waktu yang dengan tekun dan sabar
membangun sengkarut tubuhku menjadi rumah besar
yang ditunggui seorang ibu. Ibu waktu berbisik mesra:
"Sudah kubuatkan sarang senja di bujur barat
tubuhmu. Senja sedang berhangat-hangat di dalam
sarangnya."

Joko Pinurbo, 2003

Apa yang di bilang Mas/Pak/Om Joko Pinurbo ini sungguh ada benarnya........... di awal hidup bersama mantan kekasih saya, kami memiliki impian, punya sebuah rumah di pinggir Jakarta.... tak perlu besar, yang penting harus ada pohon buah dan gemericik air dari kolam hias kecil di sudut rumah dan teras yang nyaman untuk menghabiskan sore dengan kehangatan.  kenyataannya setelah itu terwujud..... sulit sekali memandang senja berdampingan dari sisi yang sama.


Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja:
ingin bisa sampai di rumah saat masih senja supaya
saya dan senja sempat minum teh bersama di depan
jendela.

Sebuah cita-cita sederhana.....


semoga saja yang ini tidak terjadi.......

Tak usahlah berandai-andai: saat baru saja mulai
akrab dengan rumah (yang baru saja tamat cicilan
kreditnya), tiba-tiba "Telah Pulang ke Rumah Bunda
di Surga..."

Selasa, 14 Desember 2010

Bon Jovi-Thank You For Loving Me




Ini lagu duahhsyaat banget. Liriknya dalem, saking dalemnya sampe Laporan tahunan saya tinggalkan sejenak buat dengerin n mantengin tampangnya kang Jovi pake CengDem... waduwwwh.... gak kuaat liat kacamatanya....

*ngebayangin mantan pacar pake kacamatanya bon jovi, pegang gitar n nyanyi buat saya................ Ouuucccch!!!!

It's hard for me to say the things
I want to say sometimes
There's no one here but you and me
And that broken old street light
Lock the doors
We'll leave the world outside
All I've got to give to you
Are these five words when I
Thank you for loving me
For being my eyes
When I couldn't see
For parting my lips
When I couldn't breathe
Thank you for loving me
Thank you for loving me

I never knew I had a dream
Until that dream was you
When I look into your eyes
The sky's a different blue
Cross my heart
I wear no disguise
If I tried, you'd make believe
That you believed my lies

Thank you for loving me
For being my eyes
When I couldn't see
For parting my lips
When I couldn't breathe
Thank you for loving me

You pick me up when I fall down
You ring the bell before they count me out
If I was drowning you would part the sea
And risk your own life to rescue me

Lock the doors
We'll leave the world outside
All I've got to give to you
Are these five words when I

Thank you for loving me
For being my eyes
When I couldn't see
You parted my lips
When I couldn't breathe
Thank you for loving me

When I couldn't fly
Oh, you gave me wings
You parted my lips
When I couldn't breathe
Thank you for loving me

Jumat, 10 Desember 2010

Info tarif tes bebas Narkoba

Akhir tahun kerjaan numplek... plek... ngerjain LPJ sendirian ngejar deadline tanggal 23, terakhir masukin LPJ ditambah lagi urusan ngumpulin berkas-berkas.  Ngomongin soal pemberkasan aku jadi tahu tarif-tarif tes lab bebas narkoba di beberapa RS Pemerintah.  Ini nih...
1.  RSUP Fatmawati  Rp. 165.000
2.  RSUD Pasar Rebo  Rp. 175.000, Pendaftaran Rp. 5000, Legalisir perlembar Rp. 500,-
3.  RSUD Sawangan Depok Rp.  120.000,
4.  RS. Bhayangkari Bogor Rp. 115.000
Ngurusin ini rada makan waktu juga nih, berangkat dari kantor jam 9.00 pagi ke RS. Pasar Rebo selesai sampe jam 1an karena kudu nunggu hasil Lab dan Legalisir dulu,

Nah kalo Surat keterangan Sehat Jasmani-Rohani:
1.  RSUD Sawangan Depok Rp. 20.000
2.  RS. Bhayangkari Rp. 15.000
3.  Puskesmas Rp. 2000 Legalisir Rp. 1000/lembar
Kalo ngurus di Puskesmas, murah meriah dan gak lama kok cuma bawa KTP aja.

Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Depok:
SKCK Rp. 20.000 (di loket tertulis Rp. 10.000)
Kalo belom ada sidik jari tambah Rp. 10.000,-
Pelayanan buat SKCK di Polres Depok, lumayan cepat dan Petugasnya ramah pula.. hari sabtu buka setengah hari, saya ngurus ini cuma + 30 Menit selesai.  Tapi jangan lupa mesti-kudu-wajib bawa surat pengantar dari Kelurahan dulu sama Foto 4 x 6 sebanyak 5 lembar.

Jumat, 26 November 2010

Refleksi

Menunggu waktu pulang.
disini, sendirian di lantai 2.
teman-teman sudah pulang dari sebelum jum'atan tadi.
bisa dipastikan takkan kembali sampai Senin nanti.

kadang saya suka sebal bila berurusan dengan aparat pemerintahan.  Mulai dari birokrasi yang ribet, muter-muter gak dibikin simpel.  Pelayanan yang tidak ramah. Jam karet yang elastis dan bisa melar kapanpun tanpa diduga. Dan banyak lagi keriweuhan lainnya.

saat sendiri begini baru inget..... ternyata saya adalah mereka.... saya adalah bagian dari birokrasi njelimet yang sering saya ndumelin.

***Sendirian, mencoba bertahan dari godaan pulang sebelum jam 4 sore.



 

Jumat, 12 November 2010

Menanti ketukan palu yang berwenang...................

Hal yang terberat dalam hidup saya bukanlah pada saat saya mengalami kekalahan…
tapi, ketika melihat orang lain sukses….
kenapa berat??? ya berat menghindari rasa iri hati tentunya….

Hal terberat kedua adalah saat saya sendiri yang mengalami kesuksesan….
Kenapa berat????……
ya, berat juga rasanya merendahkan hati dan bersikap tidak sombong….
kadang walaupun dimulut merendah kadang dihati suka masih terselip sekeping kesombongan....

Saya tidak takut akan kekalahan, bagi saya kalah-menang, sukses atau gagal adalah hal biasa..... kekalahan pertama akan melecutkan semangat saya di kesempatan kedua.... biasanya sih berhasil di kesempatan kedua, dan jeleknya saya, biasanya saya sama sekali tidak suka sama yang namanya kesempatan ketiga.... bagi saya hanya ada dua kesempatan. Pertama dan kedua.... bila yang kedua gagal maka cukuplah sampai disitu.....

Saat ini saya sedang menjalani kesempatan kedua, harap-harap cemas sedang bercokol dihati.  Hmmm gak sabar rasanya menanti sebuah keputusan.......  Pesimis atau Optimis?  yang jelas kali ini saya mencegah terlalu Optimis, takut jadi Over PeDe kalo hasilnya tak sesuai nanti malah jadi sedih....
Sedih karena kalah?  bukan, bukan itu,  sedih karena tak bisa membahagiakan orang yang berharap banyak pada saya..... sedih menghadapi tatapan iba orang-orang terhadap saya.... dan tentunya capek menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar kegagalan saya..... pasti ada yang bertanya... kenapa? kok bisa? masa sih?........ ohhh pliiisss, don't ask for more........

yang jelas sekarang sedang giat berdoa dan berusaha.... O' God... maafin aku yah yang sering meminta...... apalagi kalo lagi ada maunya seperti sekarang ini......

hidup memang serba salah…. dan semua masalah timbul dari hati….. hmmmm….. beratttt!!!! makanya lagi berusaha gak dimasukin kehati ahhhh.............. takut jadi masalah...

*mau pulang, udah mulai diusir-usir sama Helper... ruangan mau dikunci....

Kamis, 04 November 2010

Pingin jadi Candy-candy.........


Biar saja... biar
Wajahku begini

Tak perduli tak oh tak oh
Tak perlu kutangisi

Aku memang anak nakal, anak nakal
Berlari lari kesana sini

Karna aku, sebab aku, memang aku Candy

Di saat sepi kusendiri
Akupun tak perduli
Akupun berlari mencari
Cermin-cermin dan berkaca
Senyumlah-senyumlah
Senyumlah Candy

Biarkanlah pergi, sepi diri, oh Candy Candy

Gara-gara denger komen dari orang ga penting tentang hal yang ga penting pula pagi ini, tiba-tiba jadi inget lagu ini, soundtracknya film kartun Jepang Candy-candy.  Kartun yang jaya sekitar 20 tahunan yang lalu jaman saya masih SD.  Bercerita tentang seorang anak perempuan kecil, tangguh dan selalu ceria walaupun hidupnya penuh dengan masalah...... ceritanya bagus meski endingnya udah lupa saking panjang serinya....... yang saya inget ada tokoh Pangeran Anthony yang ganteng, berambut pirang dan berhidung mancung (perasaan semua tokoh film kartun hidungnya mancung yaaa???)
Dan si Pangeran Anthony ini sukses membuat saya berhayal bilakah ada seorang pangeran ganteng mengajak saya naik kuda... di kaki gunung yang dingin.... di pinggir pantai dengan angin yang menyibak rambut.... aduh duuuh.... baru inget ternyata anak SD juga udah berkhayal tentang sosok cowok impian yaahh..... pokoknya pingin jadi candy-candy deh waktu itu, yang selalu cuek dan bersemangat.....

Sampe sekarang impian naik kuda beneran bareng pangeran Pangeran Impian gak pernah terwujud, karena pangerannya cuma bisa naik 'Kuda Besi' tapi tak mengapa yang penting ganteng (menurut saya yaaaa...) meski gak pirang kaya Anthony yang penting sayang sama sayaaah.... hehehehe...........

Selamat bekerja My Prince ...................

gambar diambil dari http://greatestanime-pictures.blogspot.com

Emang dasar lidah tak bertulang.... pagi-pagi udah nyampah ga penting yang bikin nyebelin orang....... usiiiiiiil ajah!!! *** lagi sensi berat......... hari ini cuma mau nerima angpau atau souvenir, ga mau terima kritik...

Rabu, 08 September 2010

A day before Iedul Fitri

Alhamdulillah, mendung menghiasi penghujung ramadhan tahun ini.  Seharian hujan membuat kami enggan keluar rumah dan seharian pula kami isi dengan berbenah rumah.  Menyiapkan hantaran untuk sanak saudara, maklum keluarga ayah saya 11 bersaudara, Ibu saya 6 bersaudara, belum lagi keluarga suami dari ayah dan ibunya.  Bila ditotal lebih dari 25 hantaran dan rumah yang harus saya siapkan dan kunjungi.  Cukup menguras waktu, energi dan uang pastinya.  Tapi yang namanya tradisi biar kondisi lagi tajir ataupun bokek ya tetep aja kudu.  Sekalian silaturahmi setahun sekali (jarang bertemu soale).

Ini juga ramadhan pertama di rumah ini.  Ada yang mengejutkan hari ini, ba'da Maghrib tadi ada yang mengetuk pintu rumah.  Ternyata tetangga depan rumah datang membawakan rantangan berisi rendang daging, nasi dan kue biji ketapang.... Alhamdulillah.  Malu juga rasanya,  sebagai warga baru dan lebih muda dikirimin hantaran oleh tetangga yang lebih tua, seperti tamparan untuk saya yang selama ini kurang ngeh dengan lingkungan sekitar, maklum saya baru tiba dirumah jam 7-8 malam.  Sabtu minggu pun biasanya saya kerumah Ortu atau Mertua.

Belum selesai keterkejutan saya, setengah jam kemudian kembali ada ketukan di pintu.  Ooh, ternyata tetangga samping rumah, membawakan hantaran dengan menu yang sama.  Untungnya saya masih punya stok coklat beberapa toples (hanya kue macam itu yang bisa saya buat) jadi tetangga tersebut tidak pulang membawa rantang kosong (meski saya masih tengsin).  Pembelajaran penting buat saya, ternyata ini tradisi di tempat tinggal saya.

Memang saya menyiapkan hantaran, tapi biasanya hanya untuk saudara saja, tradisi dirumah ortu saya begitu.  Untuk tetangga jarang sekali kecuali kalo ada momen arisan atau acara tertentu.  Setelah menikah saya sempat tinggal dilingkungan yang cuek abis.  Selfishme nya tinggi abis, ngeliat jemuran tetangga kehujanan juga  cuek ajeh.  Makanya tadi terkaget-kaget begitu tau ada tetangga yang berbaik hati mengirim makanan. 

Begitulah seharusnya.... saya harus lebih peduli  dan memuliakan tetangga...

Kepada seluruh umat muslim di dunia, Opang sekeluarga mengucapkan "Selamat Hari raya Iedul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Bathin" dan "Titidije bagi yang mudik ke kampong masing-masing, semoga selamat sampai ditujuan",

Rabu, 01 September 2010

Kemana arah hidup membawa...........

Dateng kekantor kepagian... jam 10 jadi udah gak ada kerjaan lagi....... bingung lagi mau ngerjain apa padahal didepan lagi ada si mbos... jadi pura-pura sibuk aja deh belaga kerja padahal lagi ngempi hihihihi....

Kalo lagi bengong dan gak ada kegiatan gini pikiran suka melanglangbuana...... jadi flash back ke beberapa tahun yang lalu.... mikirin perjalanan hidup. 

beberapa waktu lalu saya bertemu dengan teman SD yang dulunya bintang kelas, ganteng punya pintar pula.... idola banget deh pokoknya.  Sebut saja namanya si Budi.  Budi ini terlahir dari keluarga sederhana anak Pak Budiman dan Bu Budiman, rajin membaca, pandai mengaji dan baik budi tak salah bila dia selalu duduk di peringkat 1 atau 2....  Usai perpisahan SD kami melanjutkan sekolah di tempat yang berbeda. dia dapat sekolah di SMP Negeri Favorit dan Saya SMP Negeri Biasa-biasa aja..... 20 tahun kemudian kami bertemu lagi... Bagaimana penampilannya? Karirnya? kelihatannya tidak secemerlang dahulu... wajahnya tidak seganteng dulu, penampilannya pun tak senecis pegawai kantoran yang wangi dan berbaju licin... ternyata sekarang dia bekerja sebagai montir...

Kali lain saya bertemu dengan sahabat kecil saya.  Sebut saja namanya Wati.  Wati kecil berwajah biasa-biasa saja juga berotak biasa-biasa saja.  Standarlah, tak jauh berbeda dengan saya.  Lalu bagaimana penampilannya sekarang.... Woooow.... Sooo cantik, wangi dan serba terawat. Turun-naik dari sedan mewah... lantas bagaimana karirnya? malu hati saya menanyakannya tapi pastilah karirnya secemerlang penampilannya. Saya diajaknya makan di sebuah cafe.. ngobrol ngalor-ngidul... ternyata papanya adalah pemilik gedung yang salah satu lantainya disewa oleh kantor saya... ealaaah.... rasanya kok saya jadi menciut didepan dia yakk... memang sejak kecil dia nampak sebagai anak yang paling berlebih diantara teman-teman saya, dan yang paling saya ingat adalah dia punya hobi mentraktir teman-teman sekelas..... Dia bilang, "kamu gak banyak berubah In... "

Ya Iyalahhhh, saya memang gak benyak berubah... kalaupun saya ingin berubah saya benar-benar berjuang ekstra keras agar bisa berubah seperti harapan saya.  Jujur saja saya memang tak pernah mendapat posisi nomor 1. Baik itu di peringkat, di karir atau dimanapun.... kalo ada posisi 1-10 maka saya hampir selalu berada di nomer 5 paling maksimal banget 4 lah..... meski demikian saya selalu mendapatkan apa yang saya inginkan walau butuh perjuangan keras dan tidak selalu persis seperti apa yang saya inginkan.... tapi saya termasuk orang yang cukup tahu bersyukurlah.... tak perlu melihat guys next door..... rumput tetangga selalu lebih hijau bukan???

beberapa pelajaran hidup yang saya lihat di lingkungan sempit saya:
  • Anak yang terlahir dari Ortu yang kaya dan sukses ternyata setelah dewasa probabilitias menjadi orang sukses dan kaya pula jauuuuuh lebih mudah (kecuali Ortunya bangkrut yah... tapi ini jarang terjadi, kalaupun bangkrut tentunya tabungan dan warisannya saya rasa masih cukup untuk 7 turunan...) dan kenapa mereka hampir bisa dipastikan sukses? karena mereka punya modal dan percaya diri yang tinggi....
  • Anak yang terlahir dari keluarga tidak kaya haruuus berjuang setengah mati untuk bisa sukses.  Dan hasilnya belum tentu sukses pula.... ada faktor keberuntungan dan kegigihan perjuangan disana....
Mungkin orang akan memprotes pendapat saya ini, tapi dari pengamatan yang saya lihat memang seperti ini kok... tapi ini diambil dari sample yang sedikit yah... jangan disamakan dengan kesimpulan dari para ahli yah...

faktor penentu kesuksesan seseorang yang saya lihat dari blog tetangga sebelah adalah:
1.  Takdir
2.  Nasib
3.  Bakat
4.  Dukungan orang -orang sekitar
5.  Pengembangan Internal
6.  Pemanfaatan factor
7.  Teknologi informasi
8.  Feng sui

mau lihat penjelasannya sok atuh klik http://vietaoslo.wordpress.com/2010/07/30/faktor-faktor-penentu-kesuksesan/

Kamis, 26 Agustus 2010

Kalo sama tetangga saling ga akur gimana jadinya yaaaa.....

Jumat, 27/08/2010 07:45 WIB


Pemerintah Disarankan Konfrontasi Terbuka dengan Malaysia

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Hubungan Indonesia-Malaysia kian memanas pasca penangkapan 3 petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 13 Agustus lalu. Pemerintah disarankan melakukan konfrontasi terbuka jika jalur diplomasi tidak mampu berjalan efektif.

"Konfrontasi terbuka artinya tidak harus jalur diplomasi, jika mereka keluarkan travel advisory kita  juga keluarkan. Perusahaan Malaysia di Indonesia dibekukan, pilihan akhirnya bisa gelar senjata," ujar Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti saat berbincang dengan detikcom, Kamis (26/8/2010). Ray mendemo Kemlu 19 Agustus lalu untuk memprotes pembebasan 7 nelayan Malaysia yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Ray mengatakan saat ini Malaysia sudah jelas-jelas tidak merasa takut dengan Indonesia. Sudah seharusnya pemerintah melakukan sikap tegas terhadap Malaysia.

"Jika tidak tegas, maka akan membuktikan Malaysia tidak bisa diancam dan kita terlihat keok.
Kedua, secara tidak sadar kita mengatakan bahwa daerah di mana polisi kita menangkap 7 nelayan Malaysia adalah daerah sengketa, sehingga kita mengabaikan batas lautan kita," paparnya.

Menurut Ray, jika hal ini terus berlanjut, secara tidak sadar berdampak panjang kepada bangsa kita yang akan dinilai miskin dan hina. Selain itu akan membuat masyarakat harga dirinya tidak ada.

"Pemerintah harus menaikkan harga dirinya, mengajak ini menjadi konflik terbuka. Karena mereka berkeyakinan Indonesia tidak akan serang balik mereka," jelasnya.

Ray tidak yakin Presiden SBY mampu membawa Indonesia meningkatkan harga dirinya di hadapan Malaysia. Ray membandingkan dengan Presiden RI pertama, Soekarno, yang berani angkat senjata melawan Malaysia.

"Itu yang jadi problem. Kelasnya SBY itu kelasnya pemimpin untuk keluarga bukan untuk bangsa, karena kegiatan SBY yang selalu bercitra akan tidak berlaku dalam masalah ini. Berbeda dengan Presiden Soekarno," tambahnya.

(mpr/nrl)

*) ahh, Saya jadi bingung melihatnya, pinginnya sih kaya mottonya urang jawa barat, gemah ripah repeh rapih.... subur makmur, cukup sandang dan pangan, rukun damai aman sentosa.  Tapi kalo tanah kelahiran tidak dihargai oleh tetangga sebelah gimana donggg??? Padahal Sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah dalam sabdanya, "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tetangganya."

**)pagi-pagi, (saya) seorang rakyat jelata begaya ala komentator politik hubungan internasional.

Rabu, 25 Agustus 2010

Penyakit warisan leluhur

duh, penyakit kampung kumat lagi nih....
kalo dulu kumatnya tiap pagi aja bersin-bersin ples idung moncer...
nah sekarang kumatnya makin seenak udelnya aja.  Pagi iya, siang juga ho'oh pas lagi ruang ber AC idung jadi ikutan mampet,,,, mau matiin AC takut dikeroyok orang seruangan... ga dimatiin berisik srat srooot srat sroooot ajah tarik ulur terus..... bikin malu bener deh.  Malam masih juga kumat, ujan turun dikit aja yang kanan mampet yang kiri engga.....
Anehnya kalo pas siang-siang diluar ruangan yang ngga dingin ataupun hujan, panca indra yang satu ini normal-normal aja. Sehat Wal'afiat.
bener bener kampungan deh nih idung.....
Alergi yang satu ini emang turunan warisan nenek moyang.  Dari moyang generasi pertama sampe generasi terakhir rata-rata dapet jatah alergi cuaca ini.  dan kalo udah kumat begini, idung jadi merah gak karuan bagaikan pesolek amatir yang salah memulas blush on di idung, bukan pipi.
Bahkan bapak moyang ku kalo pagi punya bersin yang khas yang bsa didenger ke seantero RT. 003......     Whaaaskkkoooooooom.... begitu bunyinya.... main keras-kerasan suaranya sama ayam pelung Bapak di kandang....

hatchuuuuiiiiim.........

Selasa, 24 Agustus 2010

Dari SDD ke Ari Reda, Sama enaknya, sama indahnya, sama luar biasanya.....

Masih teringat suara bersahaja pak sapardi Djoko Damono (SDD) 12 tahun yang lalu.  Sebenernya aku sudah sering membaca puisi-puisi kakek romantis ini, tapi melihat penampilannya secara langsung benar-benar membuatku menahan napas sesaat saking terpesonanya.  Sayangnya jaman itu belum ada kamera digital (atau sudah ada tapi aku belum punya heee), masih jaman analog yang kalo mau motret kudu beli film dulu terus dicuci jadi negatif film baru dicetak, bagi mahasiswa kere yang masih disubsidi penuh oleh ortu agak berat rasanya....  HaPe pun hanya dimiliki oleh pengusaha-pengusaha saja kala itu, entah sudah ada yang berkamera atau belum yang jelas aku belum punya.  Jadi tak ada acara motret memotret sang idola.  Ya, walaupun baru punya buku Pak SDD cuma sebiji aja 'Hujan Bulan Juni',  tapi sumpehhh saya penggemar berat, perkara gak punya koleksi lengkap adalah karena cari bukunya itu rada susah.... apalagi semenjak menikah dan punya baby emang jarang sekali ke Toko Buku, paling banter ke Perpustaan sebelah ruangan itupun kalo lagi gak ada kerjaan.....


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu

Aku ingin mecintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

SDD (1989)

Kebayang gak kalo ada cowok yang buatin puisi seindah dan seromantis itu buat kita... pasti langsung klepek-klepek deh....


Peristiwa Pagi Tadi,

Pagi tadi seorang sopir Oplet bercerita kepada pesuruh kantor
tentang lelaki yang terlanggar motor waktu menyeberang.

Siang tadi pesuruh kantor bercerita kepada tukang warung
tentang sahabatmu yang terlanggar motor waktu menyeberang,
membentur aspal, lalu beramai-ramai diangkat ketepi jalan.

Sore tadi tukang warung bercerita kepadamu tentang aku yang

terlanggar motor waktu menyeberang, membentur aspal, lalu

diangkat beramai ramai ke tepi jalan dan menunggu setengah jam
sebelum dijemput ambulans dan meninggal sesampai di rumah sakit.

Malam ini kau ingin sekali bercerita padaku tentang peristiwa itu.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.


Hari ini bertemu dengan seorang teman yang dulu melihat penampilan Pak SDD bareng.  Dia kasih sebuah keping CD "Gadis Kecil" berisi musikalisasi puisi Pak SDD.  Dibawakan oleh Mbak Reda Gaudiamo dan Ari Malibu.  Suaranya luaaaaaaarrrrrrr biasa bening...... dengarkan petikan gitarnya di 'Nokturno' dan alunan flute (bener gak yah alat musiknya itu??? kalo salah yah maap heeee) yang membuat suasana hati senyap, adeem, saking senyapnya suara krucuk krucuk di perut sampe kedengeran heheheh.....

Aku belum pernah menyaksikan secara langsung penampilan Mbak Reda dan Ari ini, tapi berharap sangat suatu hari nanti mudah-mudahan mereka bisa hadir di UI atau sekitaran Depok.  Sempat searching barusan, kabarnya ada album komersil mereka bertajuk "Becoming Dew" yang juga berisi musikalisasi puisi pak SDD.  Sempat klik link yang ada di blog mereka untuk dengerin Becoming dewnya.. sayangnya ternyata kompie ku belum terinstal windows media player.  Niatin banget sore ini mau cari Becoming dewnya sekalian ngabuburit, tapi dimana yaaaaaaaaaaaaa......????


*Mau upload "Ketika jari-jari bunga terbuka" tapi ga enak belum ijin sama yang punya... nanti deh kapan-kapan nanya dulu sama empunya...... tapi sumpeehhh lagunya ok's banggeeet.....